Tampilkan postingan dengan label Tugas Kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas Kuliah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Mei 2016

Teknik Budidaya Pembenihan Jagung Hibrida

Persiapan lahan

Tanaman jagung dapat tumbuh di dataran rendah hingga dataran tinggi. Secara umum tanaman ini sangat toleran dan mampu beradaptasi dengan iklim Indonesia. Lahan tanam yang baik untuk budidaya jagung adalah lahan kering yang berpengairan cukup, lahan tadah hujan, lahan terasiring, lahan gambut yang telah diperbaiki, atau lahan basah bekas menanam padi.
Tanaman jagung toleran dengan PH tanah 5,5 sampai 7,0 tetapi nilai pH yang paling cocok adalah 6,8. Lahan yang pHnya terlalu rendah atau asam bisa dinaikkan dengan menabur kapur atau dolomit. Agar lebih efisien, pengaplikasiannya dilakukan bersmaan dengan pengolahan lahan. Setelah penaburan, lahan dicangkul dan disiram agar kapur dapat tercampur merata. Banyaknya kapur yang diberikan tergantung pada nilai pH awal lahan (Dewi, 2010).

Kamis, 31 Desember 2015

KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DI ASIA SELATAN

KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DI ASIA SELATAN
(INDIA)
Kebijakan Pembangunan Ekonomi India
Menurut laporan Asian Development Bank (ADB), pada tahun 2012 silam permintaan global mengalami pelemahan, dan hal ini akan memiliki dampak serta membebani negara-negara berkembang di Asia pada tahun 2012. Namun hal tersebut bukan berarti negara-negara berkembang tersebut akan mengalami keanjlokan. Perekonomian negara-negara berkembang di Asia akan tetap kuat malah semakin mengalami peningkatan di tahun 2013 yang mana hal ini di dukung oleh konsumsi rumah tangga. ADB juga memperkirakan pertumbuhan Produk Domestik di negara-negara berkembang di Asia akan mencapai 6,9% pada tahun 2012 dan mengalami peningkatan menjadi 7,3% pada tahun 2013 (dalam http://www.adb.org). Contohnya adalah pembangunan ekonomi di India mengalami peningkatan yang cukup drastis bila dibandingkan dengan negara-negara berkembang di Asia lainnya.

Minggu, 25 Oktober 2015

Peranan Sektor Pertanian dalam Pembangunan Ekonomi

MAKALAH PEMBANGUNAN PERTANIAN
“PERANAN SEKTOR PERTANIAN TERHADAP PEMBANGUNAN PEREKONOMIAN”
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pembangunan Pertanian yang dibina oleh Umi Afdah, SP. MP.

 

Disusun Oleh :
Agribisnis V-C



 JURUSAN AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN-PETERNAKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2015

Minggu, 07 Juni 2015

TUGAS AKHIR PRAKTIKUM EKONOMETRIKA

Analisis menggunakan uji regresi, uji penyimpangan asumsi klasik, dan variabel dummy Klik Disini

Manajemen Sumber Daya Manusia

Rekrutmen dan Seleksi SDM
Rekrutmen merupakan proses menarik pelamar untuk posisi yang diperlukan. Proses ini harus terintegrasi penuh dengan proses perencanaan SDM dan aktivitas-aktivitas manajemen SDM lain, khususnya proses seleksi, karena keberhasilan rekrutmen akan memengaruhi keberhasilan seleksi Klik Disini

TEKNOLOGI PANGAN (HAZARD ANALYSIS CRITICAL CONTROL POINT)

a.    Analisa Bahaya Pada Proses Produksi Saos
Analisis bahaya pada tahap proses dilakukan mengidentifikasi bahaya yang timbul  pada setiap tahap proses produksi (pembuatan saos) secara berurutan. Bahaya yang teridentifikasi disajikan pada tabel 1.
Tabel 1 : Analisa Bahaya Pada Proses Produksi Saos
TAHAP
BAHAYA
SUMBER BAHAYA
RESIKO
PENCEGAHAN
Penerimaan tomat, pepaya, dan cabai
Busuk (barang rusak)
Penyimpanan yang tidak tepat.
Kapasitas yang berlebihan.
Sedang
Menyimpan di tempat khusus.
Tidak melebihi kapasitas.
Sortasi
Tidak memenuhi syarat buah atau sayur
Kecerobohan dari tenaga kerja/ SDM
Sedang
Meningkatkan ketelitian tenaga kerja
Pencucian tomat, pepaya, dan cabai
Kontaminasi silang dari air cuci
Air yang digunakan tidak memenuhi standar air
Tinggi
Penggantian air pencucian tomat, pepaya, dan cabai
Pengupasan pepaya
Kontaminasi silang dari pekerja dan peralatan
Higienitas pekerja dan peralatan tidak diperhatikan
Tinggi
Penerapan hygiene pekerja dan perlatan
Pengukusan tomat, pepaya, dan cabai
Kontaminasi silang dari peralatan
Kebersihan peralatan tidak diperhatikan
Tinggi
Penerapan kebersihan peralatan
Pembuburan
Kontaminasi silang dari peralatan
Kebersihan peralatan tidak diperhatikan
Tinggi
Penerapan kebersihan peralatan
Penyaringan bahan
Kontaminasi silang dari peralatan
Kebersihan peralatan tidak diperhatikan
Tinggi
Penerapan kebersihan peralatan
Masuknya ampas dari bahan yang telah dihaluskan
Tingkat kerapatan pada alat saring yang tidak baik
Tinggi
Perbaikan keadaan fisik dari alat saring
Pemasakan saos
Kontaminasi silang dari peralatan
Higienitas peralatan yang tidak diperhatikan
Tinggi
Penerapan hygiene peralatan
Proses pemasakan yang terlalu lama akan merubah tekstur dan warna saos
Besar api yang digunakan

Tinggi

Meningkatkan ketelitian tenaga kerja
Rasa dari saos yang dapat berubah
Pemberian bahan tambahan yang berlebihan
Rendah
Meningkatkan ketelitian tenaga kerja
Pendinginan
Kontaminasi dari peralatan
Higienitas peralatan yang tidak diperhatikan
Sedang
Penerapan hygiene peralatan
Terkena udara yang bercampur debu
Udara ruangan yang tidak bersih
Sedang
Kebersihan ruang simpan
Penyimpanan
Terkena udara kotor
Perubahan tekstur, warna, dan rasa akibat ruang simpan yang tidak memenuhi standar
Higienitas ruangan yang tidak bersih
Tinggi
Kebersihan ruangan harus dijaga
Suhu udara dalam ruangan harus dipantau
Hasil analisa bahaya pada proses produksi menunjukan bahwa hampir setiap tahap proses memberikan resiko terjadi kontaminasi fisik dan mikrobiologi. Hal ini erat kaitannya dengan sanitasi peralatan, ruangan hygiene pekerja. Peralatan yg akan digunakan  pada setiap  kali proses harus diperhatikan kebersihannya. Sanitasi ruangan harus di jaga, untuk mengurangi kontaminasi silang dari ruang tempat  bekerja atau tempat penyimpanan produk.

Sabtu, 06 Juni 2015

KERUSAKAN LINGKUNGAN

Kerusakan lingkungan adalah detereorasi lingkungan dengan hilangnya sumber daya air, udara, dan tanah. Kerusakan ekosistem dan punahnya flora dan fauna liar. Kerusakan lingkungan adalah salah satu dari sepuluh ancaman yang secara resmi diperingatkan oleh High Level Threat Panel dari PBB. Kerusakan lingkungan terdiri dari berbagai tipe. Ketika alam rusak dihancurkan dan sumber daya menghilang, maka limgkungan sedang mengalami kerusakan.
A.  Banjir
·      Latar belakang
Banjir merupakan salah satu bentuk fenomena alam yan unik karena dapat terjadi secara murni gejala alam dan dapat terjadi karena dampak dari ulah manusia sendiri. Banjir dikatakan sebagai gejala alam murni jika kondisi alam memang mempengaruhi terjadinya banjir, misalnya hujan secara terus-menerus di daerah dataran rendah atau lembah sungai. Banjir juga dapat disebabkan oleh ulah manusia misalnya penggundulan hutan di kawasan resapan, timbunan sampah yang menyumbat aliran air, atau rusaknya dam atau pintu pengendali  aliran air.